Global E-business and Collaboration

Apa itu proses bisnis? Bagaimana hubungannya dengan sistem informasi?

Proses bisnis adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan secara logis yang menetapkan bagaimana suatu tugas bisnis dilakukan, dan merepresentasikan cara unik dimana suatu organisasi mengkoordinasikan pekerjaan, informasi, dan pengetahuan. Manajer perlu memberikan perhatian terhadap proses bisnis karena proses bisnis menentukan sebaik apa organisasi dapat melaksanakan bisnisnya, dan dapat menjadi sumber keunggulan strategis. Ada proses-proses bisnis yang secara spesifik digunakan pada setiap fungsi bisnis utama, namun banyak proses bisnis bersifat lintas fungsional. Sistem informasi mengotomatisasi beberapa bagian dari proses bisnis, dan dapat membantu organisasi mendesain ulang dan merampingkan proses tersebut.

Bagaimana sistem melayani kelompok-kelompok manajemen yang berbeda dalam suatu bisnis?

Sistem yang melayani manajemen operasional adalah sistem pengolahan transaksi (transaction processing systems, TPS) seperti pembayaran gaji atau pengolahan pesanan, yang melacak arus transaksi rutin harian yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Sistem informasi manajemen (SIM) menyajikan laporan kepada manajemen madya dengan memadatkan informasi dari TPS, informasi ini tidak bersifat analitis. Sistem pendukung keputusan (decision-support systems, DSS) mendukung keputusan manajemen yang bersifat unik dan cepat berubah dengan menggunakan model analisis lanjutan. Semua jenis sistem ini menyediakan intelijen bisnis yang membantu manajer dan karyawan perusahaan untuk membuat keputusan yang lebih baik. Sistem-sistem ini melayani berbagai tingkatan manajemen, dan mencakup sistem pendukung eksekutif (executive support systems, ESS) bagi manajemen senior yang menyajikan data dalam bentuk grafik atau diagram yang bersumber dari informasi internal dan eksternal.

Bagaimana sistem yang menghubungkan perusahaan dapat meningkatkan kinerja organisasi?

Aplikasi perusahaan dirancang untuk mengkoordinasikan berbagai fungsi dan proses bisnis. Sistem perusahaan mengintegrasikan proses bisnis internal yang penting dari sebuah perusahaan kedalam suatu sistem perangkat lunak untuk meningkatkan koordinasi dan pengambilan keputusan. Sistem manajemen rantai pasokan membantu perusahaan mengelola hubungannya dengan pemasok agar dapat mengoptimalkan perencanaan, pengadaan, produksi, dan pengiriman barang dan jasa. Sistem manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management, CRM) mengkoordinasi proses-proses bisnis yang menyangkut pelanggan perusahaan. Sistem manajemen ilmu memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan kreasi dan distribusi ilmu pengetahuan. Intranet dan ekstranet adalah jaringan perusahaan yang didasarkan pada teknologi internet yang mengumpulkan informasi dari sistem-sistem yang berbeda. Ekstranet membuat sebagian dari intranet perusahaan dapat diakses oleh pihak luar.

Mengapa sistem untuk kolaborasi dan kerja sama tim sangat penting dan teknologi apa yang digunakan?

Kolaborasi adalah bekerja bersama pihak lain untuk mencapai tujuan bersama. Kolaborasi dan kerja sama tim menjadi semakin penting dalam bisnis karena globalisasi, desentralisasi pengambilan keputusan dan bertambahnya lapangan pekerjaan dimana interaksi adalah kegiatan utama. Kolaborasi dipercaya dapat meningkatkan inovasi, produktivitas, kualitas, dan pelayanan pelanggan. Kolaborasi yang efektif saat ini membutuhkan budaya organisasi yang mendukung serta sistem informasi dan perangkat informasi untuk pekerjaan kolaboratif. Perangkat kolaborasi diantaranya e-mail dan pesan singkat, situs wiki, sistem videoconferencing, virtual worlds, sistem jejaring sosial, telepon seluler, dan perangkat internet seperti Google Apps/Sites, Microsoft SharePoint, dan Lotus Notes.

Apakah peran dari fungsi sistem informasi dalam suatu bisnis?

Departemen sistem informasi adalah unit organisasi formal yang bertanggung jawab atas layanan teknologi informasi. Departemen ini bertanggung jawab untuk memelihara perangkat keras, perangkat lunak, penyimpanan data dan jejaring yang meliputi infrastruktur TI perusahaan. Departemen ini terdiri dari spesialis, seperti programer, analis sistem, pemimpin proyek, dan manajer sistem informasi, dan biasanya dipimpin oleh seorang CIO.

Sistem Informasi dalam Bisnis Global Saat Ini

Bagaimana sistem informasi merubah dunia bisnis dan apa hubungannya dengan globalisasi?

E-mail, konferensi online, dan telepon seluler telah menjadi alat penting dalam menjalankan bisnis. Sistem informasi adalah fondasi dari rantai penawaran yang bergerak cepat. Internet memungkinkan banyak pelaku bisnis untuk membeli, menjual, mengiklankan dan mengumpulkan umpan balik dari pelanggan secara online. Organisasi-organisasi bisnis mencoba untuk menjadi lebih kompetitif dan efisien dengan mendigitalisasi proses-proses bisnis mereka dan berkembang menjadi perusahaan digital. Internet telah mendorong globalisasi dengan secara drastis mengurangi biaya produksi, pembelian, dan penjualan barang dalam skala global.

Mengapa sistem informasi begitu penting dalam menjalankan dan mengelola bisnis saat ini?

Sistem informasi merupakan fondasi dalam melakukan bisnis saat ini. Dalam banyak industri, sulit untuk bertahan hidup dan mencapai tujuan bisnis strategis tanpa penggunaan ekstensif dari teknologi informasi. Bisnis saat ini menggunakan sistem informasi untuk mencapai enam tujuan utama: keunggulan operasional; produk, layanan dan model bisnis baru; kedekatan dengan pelanggan/pemasok; pengambilan keputusan yang lebih baik; keunggulan kompetitif; dan kelangsungan hidup sehari-hari.

Apa tepatnya sistem informasi itu? Bagaimana cara kerjanya? Apa komponen manajemen, organisasi dan teknologinya?

Dari sudut pandang teknis, sistem informasi mengumpulkan, menyimpan dan menyebarluaskan informasi dari operasi internal dan lingkungan organisasi untuk mendukung fungsi-fungsi dan pengambilan keputusan organisasi, komunikasi, koordinasi, pengendalian, analisis, dan visualisasi. Sistem informasi merubah data mentah menjadi informasi yang berguna melalui tiga aktivitas dasar: input, pengolahan dan output.

Dari sudut pandang bisnis, sistem informasi menyediakan solusi atas masalah atau tantangan yang dihadapi perusahaan dan merepresentasikan perpaduan unsur manajemen, organisasi, dan teknologi. Dimensi manajemen dari sistem informasi mencakup isu seperti kepemimpinan, strategi, dan perilaku manajemen. Dimensi teknologi terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer, teknologi manajemen data, dan teknologi jejaring/telekomunikasi (termasuk internet). Dimensi organisasi dari sistem informasi mencakup isu seperti hierarki organisasi, spesialisasi fungsional, proses bisnis, budaya, dan kelompok kepentingan politik.

Apa yang dimaksud dengan aset komplementer? Mengapa aset komplementer penting untuk memastikan bahwa sistem informasi memberikan nilai asli bagi organisasi?

Untuk memperoleh nilai yang berarti dari sistem informasi, organisasi harus mendukung investasi teknologi mereka dengan investasi komplementer yang tepat dalam organisasi dan manajemen. Aset komplementer ini meliputi model dan proses bisnis yang baru, budaya organisasi dan perilaku manajemen yang mendukung, standar teknologi yang tepat, regulasi dan hukum. Investasi teknologi informasi yang baru tidak mungkin menghasilkan pengembalian yang tinggi bila pelaku bisnis tidak melakukan perubahan manajerial dan organisasional yang tepat untuk mendukung teknologi tersebut.

Apa saja disiplin ilmu yang digunakan untuk mempelajari sistem informasi? Bagaimana setiap disiplin ilmu tersebut berkontribusi dalam memahami sistem informasi? Apa itu perspektif sistem sosioteknikal?

Studi tentang sistem informasi membahas tentang masalah dan pemahaman yang dikontribusikan dari disiplin ilmu-ilmu teknis dan perilaku. Disiplin ilmu yang berkontribusi pada pendekatan teknis yang berfokus pada kemampuan sistem adalah ilmu komputer, ilmu manajemen, dan riset operasi. Disiplin ilmu yang berkontribusi pada pendekatan perilaku yang berfokus pada dampak desain, implementasi, manajemen dan bisnis terhadap sistem adalah psikologi, sosiologi, dan ekonomi. Pandangan sosioteknikal dari sistem mempertimbangkan fitur teknis dan sosial dari sistem dan solusi yang merepresentasikan kesesuaian di antara keduanya.